Pendidikan dan Hobby

Monday, 19 September 2016

10 MACAM TEORI KOMUNIKASI | Word .doc

1. Teori Agenda Setting


Bagian redaksi sebuah koran sedang memilih berita apa yang akan dipublikasikan, apakah berita tentang bom yang terjadi di Sarinah atau masalah Freeport. Bagian redaksi akan mempertimbangkan berita apa yang ingin dibaca oleh masyarakat dan bagaimana dampak berita yang mereka suguhkan terhadap profit perusahaan. Akhirnya, bagian redaksi memilih untuk menyuguhkan berita tentang bom di Sarinah karena berita ini sedang booming dan hampir setiap orang ingin mengetahui kelanjutan dari peristiwa terorisme ini sehingga profit perusahaan akan naik sedangkan berita tentang masalah Freeport yang seharusnya dipublikasikan karena merupakan salah satu dari never ending problem di Indonesia malah diletakkan di posisi bawah. Hal ini yang menyebabkan banyak orang berasumsi bahwa bom yang terjadi di Sarinah hanyalah pengalihan isu belaka.

Teori Agenda Setting adalah sebuah teori yang menekankan bahwa media massa secara konstan menunjukkan apa yang hendak dipertimbangkan, diketahui dan dirasakan oleh individu dalam masyarakat (Lang, 1959). Masyarakat tidak hanya mempelajari berita yang disuguhkan tetapi juga mempelajari seberapa besar arti penting yang diberikan pada suatu isu atau topik dari cara media massa memberikan penekanan terhadap topik tersebut. 

Ilustrasi diatas merupakan salah satu contoh konkret dari teori ini.Dapat kita simpulkan dari ilustrasi tersebut bahwa media massa memiliki kemampuan untuk menyusun isu-isu yang beredar di masyarakat. Ketika ada suatu peristiwa besar yang terjadi – seperti bom di Sarinah – maka masyarakat akan sibuk membahas dan mencari tahu lebih lanjut tentang kronologis serta perkembangan dari peristiwa tersebut. Hal ini membuat media berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, maka dari itu media akan langsung menjadikan berita tentang peristiwa tersebut nomor satu dan menomor-sekiankan berita-berita yang sebenarnya lebih penting. Teori ini juga berpengaruh pada adanya pengalihan tentang suatu isu yang dilakukan oleh media, karena media mempunyai kekuatan untuk mengubah pemikiran seseorang dengan waktu singkat.

2. Teori Uses and Gratification

Ibu Ani sangat suka menonton sinetron. Karena kesukaannya ini, ia akan memilih stasiun televisi yang menayangkan sinetron. Di Indonesia, stasiun televisi yang paling banyak menayangkan sinetron adalah SCTV dan RCTI. Maka dari itu, Ibu Ani setiap malam hanya akanmenonton kedua stasiun itu karena stasiun tersebut dapat memenuhi kebutuhannya akan program sinetron.

Teori Uses dan Gratification sebuah teori yang mengatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut (Blumer dan Katz, 1974). Didalam teori ini dibahas bahwa seorang pengguna media akan berusaha untuk mencari sumber media mana yang paling baik untuk memenuhi kebutuhannya.Ilustrasi diatas menjelaskan bagaimana Ibu Ani (sebagai pengguna media) akhirnya hanya menonton RCTI dan SCTV daripada stasiun lainnya karena kedua stasiun tersebut menayangkan banyak sinetron setiap malamnya.

3. Teori Kultivasi

Banyak anak kecil yang mempraktekkan adegan-adegan kekerasa yang ditayangkan di program Smackdown pada temannya. Hal ini menyebabkan maraknya berita tentang anak SD yang mencoba membanting, mencekik, menendang dan memukul temannya seperti apa yang ada di program tersebut. Akibat dari penayangan program ini adalah banyak nyawa anak-anak yang melayang karena adegan yang dipraktekkan tersebut.

Teori Kultivasi adalah mengatakan bahwa efek dari media lebih bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tataran sosial budaya dibandingkan individual (Gerbner, 1969).Teori ini memprediksikan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pemahaman dan keyakinan jangka panjang sebagai hasil dari mengonsumsi isi media. Teori ini juga menjelaskan bahwa efek dari media itu sendiri secara tidak langsung akan menerpa khalayak. Ilustrasi diatas merupakan salah satu contoh dari efek media televisi. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang menyukai kekerasan membuat stasiun televisi dengan penuh percaya diri menayangkan program-program kekerasan tanpa memikirkan dampak apa yang akan terjadi pada masyarakat itu sendiri. Sebenarnya, secara tidak langsung anak-anak tersebut memang akan mencoba apa yang mereka lihat dan dengar atas dasar rasa penasaran. Oleh karena itu, seharusnya stasiun televisi bertindak lebih bijak dalam menanggapi masalah penayangan yang seringkali tidak pada tempatnya. Contohnya program Smackdowndan program yang berisi kekerasan lainnya tidak ditayangkanpada masa prime time namun tayang diatas jam 10 malam atau jam 11 malam. 

4. Teori Behaviorisme

Joni adalah anak yang sangat berprestasi disekolahnya, dia selalu mendapatkan nilai diatas 9 dan selalu memenangkan lomba.Namun, suatu saat prestasi Joni mengalami penurunan, dia jadi sering tidak masuk sekolah dan nilai-nilainya tidak pernah mencapai angka 7.Ia juga menjadi pemurung. Perubahan sikap Joni disebabkan oleh perceraian kedua orang tuanya. Sejak bercerai, kedua orang tua Joni tidak pernah peduli lagi pada Joni sehingga ia pun kehilangan semangat untuk belajar dan berprestasi seperti biasanya.

Teori Behaviorisme adalah sebuah teori yang menekankan pada tingkah laku manusia sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon (Watson, 1912). Teori ini hanya menganalisa apa yang tampak, dapat diukur, dilukiskan dan diramalkan. Dalam ilustrasi diatas, perceraian kedua orang tua Joni adalah stimulusnya, sedangkan penurunan prestasi Joni adalah responnya.Penurunan prestasi yang dialami Joni adalah sebuah respon dari perceraian yang terjadi di lingkungan keluarganya. Perceraian ini berdampak pada motivasi belajar Joni dan psikis Joni karena ia menjadi seorang pemurung.Teori ini hanya memfokuskan diri pada stimulus dan responnya saja, tanpa memikirkan apa yang ada diantara stimulus dan respon.

5. Teori Imperalisme Budaya (Cultural Impralism Theory)

Stasiun televisi Indonesia sekarang dipenuhi oleh acara-acara dari Korea, India dan Turki, bahkan ada beberapa serial dari negara-negara tersebut yang dibuat ulang oleh Indonesia.Hal ini tentunya mengikis budaya-budaya Indonesia yang berbeda dengan budaya luar.

Teori Imperalisme Budaya menyatakan bahwa negara Barat mendominasi media di seluruh dunia ini.Terlihat disini lingkup teori ini adalah media Barat, namun pada ilustrasi diatas saya membahas tentang India dan Turki.Mengapa?Karena menurut saya, televisi Indonesia sedang dijajah oleh program-program serial TV dari negara India dan Turki yang memang pada kenyataannya sangat digemari oleh khalayak khususnya ibu-ibu. Namun, perlu kita tinjau juga bahwa teori ini juga mengatakan bahwa apabila negara berkembang melakukan proses peniruan dari negara maju, maka saat itulah terjadi penghancuran budaya asli dari negara tersebut. Bukan rahasia lagi bahwa beberapa stasiun televisi mencoba untuk “meniru” dan bahkan membuat sebuah sinetron yang hakikatnya memiliki jalan cerita sama hanya berbeda judul saja. Hal ini tentunya akan mengikis budaya-budaya asli negara Indonesia serta mengikis kreativitas anak bangsa karena perilaku tersebut menunjukkan adanya plagiarismedisini.

6. Teori Sibertika

Masuknya budaya barat ke Indonesia menyebabkan banyak perubahan di negara kita, mulai dari cara berpakaian, selera, norma dan nilai, hukum dan sosial. Budaya barat sangat cepat masuk ke Indonesia karena pengaruh media, baik media massa, penyiaran maupun media sosial. Dimulai dari media yang menyuguhkan budaya barat, maka segala aspek terkena imbasnya. Perubahan signifikan dapat kita lihat dari cara berpakaian masyarakat Indonesia zaman sekarang. Tak hanya itu, masyarakat juga sudah mulai bergerak menuju liberalisme yang nyatanya sangat berbeda jauh dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.Dari tataran sosial pun, masyarakat sudah mulai membentuk sifat individualistik didalam diri mereka yang tentunya bertolak belakang dengan budaya ramah tamah dan gotong royong milik Indonesia.

Teori Sibertika adalah sebuah teori yang menjelaskan bagaimana proses fisik, sosial, biologis, sosial dan perilaku bekerja. Teori ini memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana semua elemen yang ada didalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.Teori ini biasanya digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.Berdasarkan pada ilustrasi diatas, dapat kita simpulkan bahwa didalam komunikasi yang digunakan oleh media tersebut terdapat aspek-aspek yang saling mempengaruhi yang pada akhirnya menghasilkan banyak dampak, baik positif maupun negatif. Disana dijelaskan bahwa media menyuguhkan budaya barat yang kemudian berdampak pada hukum (liberalisme), budaya (cara berpakaian) sosial (sikap individualistik), dan masih banyak lagi. 

7. Teori Proksemik

Ketika Tata sedang membaca buku, Rira menghampirinya dan mengajaknya membicarakan soal tugas kelompok kimia namun saat berbicara Rira seperti menjaga jarak pada Tata.Melihat perilaku Rira, Tata mengira bahwa Rira adalah anak yang pemalu dan tidak terbuka.

Teori proksemik adalah sebuah teori komunikasi interpersonal yang membahas tentang penggunaan jarak dalam penyampaian pesan. Jarak yang dibuat oleh seseorang menunjukkan keakraban yang terjadi di antara mereka dan juga menunjukkan persepsi kita mengenai sikap lawan bicara kita ketika ia membuat jarak saat berkomunikasi. Berdasarkan pada ilustrasi diatas, dapat kita simpulkan bahwa Rira dan Tata bukan teman baik atau teman dekat karena jarak yang dibuat Rira cukup jauh.Selain itu, ketika melihat jarak yang dibuat oleh Rira, Tata langsung berasumsi bahwa Rira adalah anak yang tertutup.

8. Teori Penetrasi Sosial

Diana dan Andre pertama kali berkenalan saat SD, kemudiaan saat SMP mereka mulai dekat dan berteman baik karena sempat 1 kelas, saat SMA mereka semakin dekat dan menjadi sahabat baik yang kemana-mana selalu berdua hingga orang-orang mengira bahwa mereka berdua berpacaran.

Teori Penetrasi Sosial adalah teori komunikasi interpersonal yang menyatakan bahwa kedekatan antarpribadi itu berlangsung secara bertahap dan berurutan yang dimulai dari tahap biasa saja hingga tahap intim.Pada dasarnya teori ini menjelaskan bagaimana kedekatan relasi itu berkembang, gagal untuk berkembang atau berhenti.Ilustrasi diatas merupakan contoh kedekatan relasi yang berkembang dimana Diana dan Andre yang semula hanya kenalan biasa akhirnya secara bertahap menjadi sahabat dekat.

9. Teori Perbandingan Sosial

Di sebuah kantor, seorang manajer menetapkan kebijakan baru mengenai gaji karyawannya. Manajer tersebut pada tanggal 28 setiap bulannya akan melakukan evaluasi kedisiplinan para karyawannya, nantinya gaji yang diberikan oleh perusahaan akan dipengaruhi oleh persentase kedisiplinan mereka. Semakin tinggi persentase kedisiplinan mereka, maka makin tinggi gaji yang didapatkan.

Teori Perbandingan Sosial adalah sebuah teori komunikasi kelompok yang membahas tentang proses saling memengaruhi dan perilaku saling bersaing dalam interaksi sosial yang ditimbulkan oleh adanya kebutuhan untuk menilai diri sendiri dan dengan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Berdasarkan pada ilustrasi diatas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan baru itu nantinya dapat memotivasi para karyawan untuk menjadi lebih giat dan disiplin lagi karena selain gaji yang diterima akan semakin besar, ia juga ingin membandingkan dirinya dengan orang lain dan menunjukkan bahwa ia yang terbaik. Sebab pada hakikatnya, ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, sebenarnya kita ingin terlihat lebih dari orang yang kita bandingkan.

10. Teori Difusi Inovasi

Keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru merupakan suatu inovasi yang sangat membantu mengurangi angka pertumbuhan penduduk Indonesia yang sangat cepat. Program KB dikomunikasikan melalui berbagai saluran komunikasi – baik secara interpersonal maupun media massa –  kepada seluruh masyarakat Indonesia. Akhirnya, pada kurun waktu tertentu program KB dapat dimengerti, dipahami, diterima dan diimplementasikan oleh masyarakat.

Teori Difusi Inovasi adalah suatu teori yang membahas tentang bagaimana penyaluran suatu inovasi hingga akhirnya dapat diadopsi oleh masyarakat serta bagaimana tahapan dari proses pengambilan keputusan inovasi. Menurut Rogers (1962), difusi adalah proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu pada suatu sistem sosial tertentu. Berdasarkan pada ilustrasi diatas, program KB adalah inovasi dalam bentuk ide atau program, sedangkan proses pendekatan program KB dengan masyarakat Indonesia hingga akhirnya mereka mau mengikutinya disebut dengan difusi. Adapun dalam pemilihan saluran komunikasi perlu ditinjau dari tujuan diadakannya komunikasi dan sasaran komunikasi tersebut. Apabila tujuannya adalah untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak banyak, maka saluran yang cocok adalah saluran media massa. Apabila tujuannya adalah untuk mengubah sikap atau perilaku penerima, maka saluran yang cocok adalah saluran interpersonal.Sekarang, teori difusi inovasi banyak dipakai oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia.


Download Word nya DISINI



Share:

BILA ANDA MEMASUKKAN LINK HIDUP, MAKA AKAN OTOMATIS TERDELETE..

Follow Admin

Blog Archive

Followers